<27/03/2008>
Silaturahmi Bpk Drs. Rubaya Thalib Ke sekretariat MUSTIKA
Pada tanggal 14 Maret 2003, Bpk Drs. Rubaya Thalib bersilaturahmi ke sekretariat MUSTIKA, Jl Tegalan III Matraman, Jakarta Timur. Bpk Drs Rubaya Thalib adalah mantan pejabat bidang ekonomi departemen luar negeri di RRC (negara China). Beliau disambut langsung oleh Pak Syarif Tanudjaja sebagai Pendiri dan Ketua Pembina MUSTIKA.
Beliau mengetahui adanya perkumpulan muslim tionghoa ini waktu browsing website muslimtionghoa.com dan tertarik dengan perkembangan etnis tionghoa muslim di Indonesia. Dan beliau sangat tertarik untuk membantu meningkatkan dakwah dikalangan etnis tionghoa muslim Indonesia..
Dalam Pertemuan ini, perbincangan tentang muslim di China dan perkembangan agama Islam di sana serta perkembangan muslim tionghoa di Indonesia. Untuk lebih mengakrabkan lagi Pak Syarif menjamu makan bersama dan foto bersama dengan Beliau.
Semoga silaturahmi ini menjadikan ukhuwah erat dan bersama-sama kita berperanan dalam memperjuangkan agama Islam untuk keredhaan Allah.
Silakan kunjungi www.muslimtionghoa.multiply.com untuk melihat foto-foto silarurahmi dan kegiatan lainnya
<18/03/2008>
Wawancara oleh RCTI TV dalam program “Cahaya Hati” dengan Pak Syarif Tanudjaja, SH
Pada tanggal 11 Maret 2008 Krew RCTI TV datang ke sekretariat MUSTIKA ( Muslim Tionghoa dan Keluarga ) di Gedung IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Lt 3, Jalan Tegalan Nomor: IC , Matraman,Jakarta Timur. Dalam perjumpaan itu disambut langsung oleh Pak Syarif Tanudjaja selaku Pendiri dan Pembina MUSTIKA, serta selaku Ketua Bidang Pendidikan, Dakwah dan Kebudayaan DPP PITI.
Dari pihak RCTI datang bermaksud untuk wawancara Pak Syarif tentang latar belakang masuk Islamnya, perasaan-perasaan di saat masuk Islam dann sikap setelah menjadi Muslim dan kegiatan-kegiatan sosial keagamaannya termasuk kegiatannya sebagai Notaris dan kehidupan keluarga. Lokasi pengambilan gambar di kantor pada saat Pak Syarif Kerja dan lokasi di kediaman rumah Pak Syarif, jalan Tegalan III/15 Matraman Jakarta Timur.
Dengan demikian pertanyaan-pertanyaannya seputar pengalaman seperti tersebut di atas. Di mana Pak Syarif menyampaikan perasaan kegalauannya ketika menjelang masuk Islam, mantap langakhnya menjalankan kehidupan setelah menjadi Muslim. Dari pengalamannya tersebut, dirasakan ketika seseorang etnis Tionghoa mau memeluk agama Islam banyak permasalahannya, baik permasalahan dirinya dan keluarganya sehingga Pak Syarif merasa perlu membentuk wadah untuk berbagi pengalaman ke Islaman, menggantikan sesuatu yang ”hilang” di saat menjadi Muslim serta memberi semangat ketika mereka melihat banyak saudara-saudaranya se etnis yang Muslim. Jadi Pak Syarif dan ibu Vera, istri Pak Syarif ingin menjadi orang tua pengganti bagi mereka dan jamaah MUSTIKA yang lain ingin menjadi kakak atau adik penganti.Dan menjadi jembatan terhadap keluarga mualaf Muslim Tionghoa.
Silakan kunjungi www.muslimtionghoa.multiply.com untuk melihat foto-foto wawancara dan kegiatan lainnya
<12 /03/2008>
Wawancara oleh LATIVI Tentang Tahun Baru Imlek
Pada tanggal 6 Februari 2008 bertepatan dengan Tahun Baru Imlek dimana mayoritas etnis Tionghoa menyambut dan merayakannya. Pada saat itu krew LATIVI mewawancarai Bapak Syarif Tanudjaja, SH yang pada saat itu sedang “paycia (silaturahim)” bertamu ke rumah saudara/kerabat yang merayakannya, di kediamannya saudara yang non muslim dengan alamat Jl. Bayuwangi No. 17, Menteng, Jakarta-Pusat.
Dalam kesempatan ini, krew Lativi bertanya seputar tentang, “Bolehkah musim tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek?” Bapak Syarif menjawab: “Dalam merayakan Tahun Baru Imlek hukumnya adalah mubah (boleh) maknanya jika dilaksanakan tidak berpahala dan apabila ditinggalkan tiada berdosa.
Kesempatan Imlek ini, bagi kita muslim tionghoa adalah bersilaturahmi kepada keluarga dan sanak saudara kita yang bagi muslim tionghoa mayoritas keluarganya bukanlah agama Islam. Saatnya kita berbagi kemesraan kepada mereka menunjukkan kepada mereka bahwa “kita tidak ibarat kacang lupa akan klitnya”. Bahwa beda agama tidak menyebabkan putus hubungan keluarga biologis. Malah kita harus menyayangi mereka sebagaimana kita menyayangi diri kita. Sebagaimana kita ingin selamat begitulah kita menginginkan keselamatan bagi mereka.
Jadi bagi muslimtionghoa yang ingin menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek tidak dilarang dan tidak berdosa karena perayaan imlek adalah perayaan pergantian tahun baru bagi etnis Tionghoa dan terima kasih kepada Tuhan atas telah masuknya kepada musim semi setelah berlalunya musim dingin (di Tiongkok), tidak ada unsur ritual agama sehingga tidak bertentangan dengan akidah Islam.
<18 /02/2008>
Suasana Tahun Baru Imlek di Beijing-China
Oleh Anang & Deasy –Beijing
Berbagi cerita pengalaman Suasana Tahun Baru Imlek bagi kami yang Muslim Tionghoa – Indonesia yang tinggal di Beijing-China. Kak Deasy ini adalah salah satu anggota komunitas MUSTIKA yang tinggal di Beijing bersama suaminya yang bertugas di kantor ANTARA-Beijing.
Mari kita simak ceritanya Kak Deasy yang melalui email, dia berbagi cerita untuk kita di Indonesia.
Walaupun Beijing tidak kena badai salju tapi cuaca dinginnya yang kita tak tahan, soalnya sampai minus 12 derajat celcius. Kita sekeluarga sudah enggak terhitung lagi yang namanya sakit batuk dan pilek, bahkan anak-anak sempat kena panas, saking tak tahannya sama cuaca di Beijing. Tapi syukur Alhamdulillah, kita sudah mulai terbiasa juga hidup dalam kondisi kedinginan, walaupun kalau mau keluar rumah harus pakai pakaian rangkap 3 sampai 4, untuk nahan dinginnya. Tobat...dinginnya...
Kami bersyukur bisa merasakan Imlek di negeri nenek moyangnya kami. Ternyata tradisi Imlek di Beijing dengan di Indonesia tidak terlalu jauh. Pada malam Imlek tanggal 6 Februari, warga China di Beijing menyambut Imlek dengan berkumpul bersama sanak-saudara dan besok harinya baru melakukan silaturahmi ke saudara dan teman-teman.
.
Di Beijing juga ada mudik atau pulang kampung seperti di Indonesia. Seminggu sebelum Imlek datang, orang-orang yang tinggal di Beijing banyak mudik naik kereta api atau pesawat atau mobil pribadi, pulang kampung ke hampung halamannya. Sama persis seperti di Indonesia, mereka juga nenteng-nenteng kopor banyak dan kardus yg isinya oleh-oleh buat saudaranya, sehingga transportasi jadi padat sekali. Cuman di Beijing, kalau Imlek masyarakatnya boleh menyalakan petasan dan kembang api. Apalagi waktu malam Imlek, Beijing sangat berisik sama warga yang menyalakan petasan dan kembang api. Jadi pada malam hari, udara kelihatan seperti pelangi, indah banget, kembang api terbang mengeluarkan suara dan warna-warni. Sampai sekarang masih ada beberapa warga yang masih menyalakan petasan di jalan-jalan. Mereka percaya kalau menyalakan petasan, maka bisa mengusir setan-setan dari kediamannya.
Tetapi yang kita heran di sini, orang-orang China enggak ada yang merayakan Imlek dengan berdoa atau mengucapkan syukur, pergi ke klenteng atau ke tempat ibadah untuk berdoa sama Yang Maha Kuasa. Mungkin orang China karena tidak memiliki agama, jadi buat mereka berdoa enggak ada manfaatnya. Jadi sehari-hari mereka bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengejar materi. Mudah-mudahan mereka semua, Allah anugerahkan nikmat hidayah masuk Islam ke dalam hati mereka agar selamat dunia dan akhirat. Agar mereka dapat kembali ke fitrah bahwa tujuan hidup dan mati itu adalah untuk dapat keredhaan Allah.
Semoga Alllah SWT memberkati dan melindungi kita semua sehingga kita tetap menjadi muslim.
<12 /02/2008>
Wawancara
Mualaf MUSTIKA Di Program Trans TV
Pada tanggal 9 Januari 2008 Mustika mendapat undangan wawancara di Trans TV untuk program Percikan Sanubari.Yang penayangan di TransTV pada tanggal 16 Januari 2008 pada pukul 07.30 pagi. Dalam program ini bertema tentang pengalaman Mualaf (orang yang baru masuk Islam).Wawancara diadakan dikediaman rumah Bapak Syarif Tanudjaja, SH pada sore hari.
Setiap orang yang masuk Islam, Allah anugerahkan hidayah itu melalui berbagai sebab dan yang pasti ada suka dan duka setelah masuk Islam. Yang pasti hidayah itu adalah sesuatu anugerah dari Allah kepada siapa yang Ia kehendaki. Maha BerkuasaNya Allah lagi Maha Penyayang kepada Makhluk. Bersyukurlah orang yang dikehendaki Allah mendapatkan hidayah.
Dari Mustika 2 orang Mualaf yang diwawancara tentang pengalaman masuk Islam dan bagaimana penerimaan oleh keluarga dan lingkungan serta cara hidup mereka setelah Islam. Salah satu dari mereka menerangkan bahwa cara hidup setelah Islam memang sangat berbeda dengan yang sebelum Islam dimana segala sesuatu yang kita buat apapun jua karena Allah. Walau ada masalah pun terasa ringan, tak menjadikan kita stress karena kita ada tempat perlindungan yaitu Allah.
Dalam hal ibadah apakah ada masalah? Dalam pertanyaan ini mereka jawab bahwa pada waktu awal sih kita merasa sholat itu berat karena agama kita yang dulu kan tak begitu, tetapi setelah kita faham bahwa siapa yang kita sembah itu yaitu Tuhan yang mencipta kita yang sangat berjasa dalam hidup kita, maka jadi tak terasa sholat atau ibadah itu berat, malah merindukan untuk selalu berjumpa Allah melalui shalat. Sudah sepatutnya kita melakukan ibadah itu dengan sungguh-sungguh karena Allah itu Maha Agung, Maha Pelindung, Maha segala-galanya. Dan bila kita ada masalah apapun, Allah yang menyelesaikan untuk kita. Ibarat seseorang telah membantu kita maka kita selalu terkenang dengan jasanya apalagilah ini Allah yang setiap detik memberi kita nikmat. Coba kita bayangkan kalau tak ada oksigen maka matilah kita. Oksigen pun Allah berikan secara free. Ini baru satu nikmat, kalau ingin disebut tak akan ada dapat dihitung nikmat yang Allah berikan. Bagaimana kah tak terasa ingin membalas dan mengenang kebaikan Allah, tak ada hujah kita untuk tidak menyembahNya.
Banyak lagi pertanyaan yang lainnya. Ini adalah salah satu pertanyaan yang diajukan.
Bapak Syarif Tanudjaja selaku Pembina Mustika pun mendapat pertanyaan juga tentang seputar permasalahan bagi mualaf. Jadi Bapak Syarif terangkan bahwa Mustika ini memang dibentuk sebagai wadah pendidikan dan silaturahmi bagi para mualaf. Dimana saya sebagai orang tua pengganti bagi mereka, yang banyak mereka ketika Islam memerlukan dorongan dan motivasi dalam persoalan yang mereka hadapi terutama berhadapan dengan keluarga yang belum Islam. Di Mustika ini, mereka dapat merasa satu keluarga walaupun mereka bukan dari satu ayah satu ibu tapi karena keimanan. Jadi memang penting adanya wadah untuk para mualaf, yang mana dapat menguatkan iman mereka, mendapatkan ilmu tentang seluk beluk Islam dan solusi masalah dengan konsultasi sehingga mereka tidak merasa kesendirian dalam menyelesaikan persoalan itu. Itulah Islam terasa selamat dan menyelamatkan
Setelah selesai wawancara maka makan bersama dengan krew Trans TV dan sholat magrib bersama. Hidayah itu memang sangat mahal tak dapat dibandingkan walaupun dunia beserta dengan isinya. Moga-moga hidayah yang telah kita perolehi ini dapat dijaga dan kekal selama-lamanya dengan izin Allah.
Silakan kunjungi www.muslimtionghoa.multiply.com untuk melihat foto-foto pada saat wawancara berlangsung. Terima kasih.
<25/01/2008>
Keikutsertaan Grup Nasyid Lampion dalam Memeriahkan Tahun Baru Muharram di TVRI
Pada tanggal 10 Januari 2008, grup nasyid Lampion ikut serta memeriahkan Tahun baru Muharam di studio TVRI yang program ini merupakan siaran langsung pada pukul 08.00 malam. Program yang bertema Meraih Kemenangan di Bulan Muharram merupakan kerjasama Aksi Mawaddah dengan TVRI yang melibatkan kurang lebih 140 orang baik itu penasyid, penari dan lakonan di panggung.
Disini Lampion sebagai yang bercorak atau bernuansa China menceritakan bagaimana masuk Islam orang China pada saat dimana sahabat berdakwah di China dan orang China pun menjadi beragama Islam. Bukan mudah loh sahabat itu berjuang berdakwah ke China tapi tak tahu bahasa china. Secara logik tak ada yang masuk Islam. Tapi berkat ketaqwaan sahabat, China boleh Islam. Rasa cinta dan takut dengan Allah selalu sahabat Rasulullah bawa kemanapun mereka berada, seperti hanya dengan melihat wudhu sahabat Rasulullah dan orang di negeri China boleh Islam Siapapun yang berjumpa dengan sahabat Rasulullah merasa jatuh hati dengan akhlaknya. Dengan akhlak mulia mereka seperti akhlak Rasulullah membuat semua makhluk jatuh hati kepada mereka.
Dan Lampion mempersembahkan satu nasyid yang bertema ”Islam Berkembang” syair dari Abuya At Tamimi.
Dalam program ini kita harapkan semua dan berdoa agar bangsa dapat menjadi bangsa yang berhijrah ke arah kebaikan menuju keredhaan Allah.
Silakan kunjungi www.muslimtionghoa.multiply.com untuk melihat foto-foto tampilan Grup Nasyid Lampion di TVRI..........Terima kasih.
<30/12/2007>
WISATA SILATURAHIM ‘MUSTIKA’
DI VILLA CI MACAN
Komunitas MUSTIKA (Muslim Tionghoa Dan Keluarga) sejak tanggal 23 sampai dengan 25 Desember 2007 telah melaksanakan program tahunan 2007 yakni Wisata Silaturahmi di Villa Collibah Cimacan, Puncak Ciloto Jawa Barat. Sebagian Komunitas MUSTIKA yang dapat menghadiri/mengikuti wisata silaturahmi di Villa Colilibah Cimacan sebanyak 9 (sembilan) keluarga.
Wisata ini bertujuan untuk lebih mengenal di antara pribadi dan keluarga, mempererat dan mengakrabkan rasa persaudaraan sekaligus sarana pendidikan dan ibadah guna menumbuhkan rasa persaudaraan dalam agama Islam (ukhuwah Islamiyah), menghiburkan jiwa dan sehingga dapat merasakan kebesaran dan kesyukuran kepada Allah bahwa kita satu sama lain adalah keluarga besar yang satu iman.
Program-program selama tiga hari itu secara umum antara lain :
Kegiatan ini dibuka oleh HM Syarif Tanudjaja, SH selaku Ketua Pembina MUSTIKA, dengan ucapan terimakasih kepada peserta Wisata Silaturahim ini dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah memelihara dan menjaga serta meridhoi perjalanan perkembangan keberadaan MUSTIKA yang masih berusia “balita”.
Dan selanjutnya bangun malam tahajud, setiap selepas sholat subuh ada kuliah tujuh menit (kultum) berupa thausiyah yang dibawakan secara bergiliran di antara pengurus MUSTIKA, dengan materi “Jadikan setiap aktifitas duniawi bernilai akhirat” yang dibawakan oleh Kelvin Ikhwan Umair dan “Kedudukan Ibu dan Orang Tua menurut ajaran Islam” oleh H. Joni Anwar. Sholat lima waktu dilaksanakan secara berjemaah, berenang, nasyid, nonton cd kartun tentang Rasulullah oleh anak-anak “Mustika Kids”.
Kunjungan silaturahim ke rumah keluarga Muslim Tionghoa H. Rahmat Salman di Villa Apple Green, Cipanas. Beliau adalah pemilik sekolah Global Interactive School di Cibinong. Untuk bahasan dan kajian ilmu mengundang penceramah ustad Taufik Mustafa dari Rufaqa Corp. dan penasyid Mawaddah.
Mustika Kids melakukan permainan tebak-tebakan yang super kreatif, tadabur alam, berenang, serta pada hari terakhir, Mustika Kids dalam menyambut hari Ibu yang bertepatan dengan peringatan hari ibu tanggal 22 Desember yang lalu, melakukan kegiatan “Terimakasih Ummi/Bunda” di mana setiap anak-anak dari masing-masing keluarga melalui sajak-sajak yang dibuat oleh mereka, mengungkapkan perasaan terimakasih mereka kepada masing-masing ummi/bunda/mama mereka termasuk kepada Opa/oma Syarif.
Tapi ....... baru saja beberapa kata ungkapan perasaan hati mereka yang merasakan rasa syukur atas besarnya kasih sayang Allah SWT melalui kasih sayang ummi/bunda/mama mereka, secara terputus-putus haru, diiringi dengan cucuran air mata mereka sehingga semua peserta Wisata termasuk ayah dan bunda mereka, ikut bercucuran air mata dan saling berpelukan kasih sayang di antara anak-anak dan orang tua mereka.
Kemudian Chandra Kurniawan, mewakili ayah bunda “Mustika Kids” menyampaikan bahwa jika ayah bunda menegur/memberi nasehat kepada mereka, itu adalah bukan kebencian dan atau kemarahan orang tua kepada anak-anak melainkan sebagai kasih sayang. Tetapi jika itupun menyakitkan hati anak-anak, ayah bunda minta maaf. Itupun disampaikan oleh Chandra Kurniawan dengan cucuran air mata dan kata-kata yang terputus-putus, menahan haru ..............................................
Walaupun dalam suasana yang mengharukan, ada juga suasana yang menggembirakan semua “Mustika Kids” pada berani tampil ke “panggung”, mempersembahkan beberapa nasyid antara lain yang berjudul “Hati Damai dalam Pengajian”, Oh ayah dan ibu, Cintakan Allah dan baca puisi tentang terima kasih kepada Allah SWT yang telah mengkaruniakan seorang ibu..
Dalam wisata ini, diikuti pula oleh seorang tamu peneliti etnis tionghoa yang berasal dari Malaysia yang beragama Buddha. Namanya adalah Wai Weng Hew yang kuliah S3 (doktoral) di Australia yang tesisnya adalah tentang Muslim Tionghoa di Indonesia. Jadi dia ikut dalam wisata silaturahmi ini secara ‘full’ dalam rangka mengenal lebih jauh tentang kehidupan Muslim Tionghoa di Indonesia. Kita doakan moga-moga dia direzekikan hidayah oleh Allah untuk masuk Islam.
Acara ini ditutup dengan ucapan terimakasih mereka kepada ayah bunda mereka dan kepada opa dan oma mereka, opa Syarif dan oma Vera yang telah memberikan perhatian dan kasih sayang serta memfasilitasi dalam wadah MUSTIKA.
Dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta, karena pulangnya tidak secara serentak, sebagian komunitas MUSTIKA melakukan sholat asar berjamaah di Mesjid Ath Tawun di Puncak Pass.
Wisata Silaturahim ini terasa peranannya yang besar dalam menjalin kasih sayang sesama, disini dapat dirasakan kebersamaan dalam komunitas ini sungguh luar biasa. Bukankah bila kasih sayang berdasarkan iman maka kasih sayang itu akan kekal dan berpanjangan.
Insya Allah……Inilah yang dapat kami rasa betapa besarnya dengan adanya komunitas Mustika ini kami merasakan banyak saudara seiman yang saling tolong bantu, saling kuat menguatkan keimanan, menghiburkan, kebersamaan keindahan dalam ikatan persaudaraan bersasarkan iman dan tidak akan didapat dalam keluarga kami, persaudaraan secara biologis, yang bukan berdasarkan Islam.
Pembicaraan dan suasana kehidupan islamiyah seperti inilah terasa kehidupan islam yang dirindukan oleh kami semua. Moga keluarga kami yang belum Islam pun dapat hidayah dari Allah SWT agar dapat merasakan bahwa agama Islam itu adalah kebenaran dan rahmatan lil a’lamin (rahmat bagi sekalian alam). Insya Allah awal tahun 2008, MUSTIKA akan melakukan kegiatan serupa lagi, semoga dengan izin Allah SWT dan ridho-Nya, Wisata Silaturahim ini akan lebih mempererat lagi ukhuwah Islamiyah kita. Amin...
Silakan kunjungi www. muslimtionghoa.multiply.com untuk melihat foto-foto kegiatan Wisata Silaturahmi ini...Terima kasih.
|