<20/10/08>
HAL ZAKAT
Arti
Membersihkan harta benda, tiap-tiap orang Islam yang mempunyai harta benda banyak pula cukup nisabnya, wajiblah membersihkan (membersihkan sebahagian hartanya itu) kepada orang-orang fakir miskin dan sebagainya menurut sebagaimana yang tersebut didalam kitab suci Al Quran.
Harta Benda Yang Wajib Dizakati
(5 macam)
1. Harta yang berharga, ialah seperti uang, emas, perak dan sebagainya.
2. Binatang piaraan, ialah seperti lembu, kerbau, kambing, unta, dan sebagainya.
3. Tanam-tanaman (buah-buahan), ialah seperti padi, gandum, jagung, kurma dan sebagainya.
4. Harta perniagaan (dagangan).
5. Harta rikaz (galian) yakni harta orang zaman dahulu yang terpendam di dalam tanah (disimpannya ditanah)
<05/10/08>
WAKTU BERTAKBIRAN
Adapun waktunya bertakbiran dihari Raya yaitu: Pada hari Raya fitrah mulai dari terbenam matahari diakhiri bulan Ramadhan (malam hari raya) hingga Imam mengerjakan sembahyang hari Raya, diwaktu pagi. Dan pada hari Raya Haji (besar) mulai dari shubuh hari Arafah atau tanggal 9 bulan Dzulhijjah hingga waktu ‘Ashar dihari Tasyrig (tanggal 13 bulan Dzulhijjah), dan juga pada tiap-tiap selesai sembahyang fardhu yang lima pada tiap-tiap selesai sembahyang fardhu yang lima kali pada (dalam) tanggal bulan yang tersebut itu.
<29/09/08>
SUNNAT DI DALAM HARI RAYA
Adapun bagi orang yang akan mengerjakan sembahyang hari Rasya disunnatkan (6) perkara:
1. Mandi (membersihkan diri) serta berniat.
Adapun lafadh niatnya yaitu:
Nawaitul qhusla min yaumi ’Idil fithri sunnatan lillahi Ta’ala
Artinya: Sengaja saya mandi pada hari Raya fitrah sunnat karena Allah Ta’ala
2. Berpakaian dengan sebagus-bagusnya pakaian yang ada
3. Berminyak harum
4. Memotong kuku yang panjang
5. Menyegerakan datang ke Mesjid
6. Bertakbiran
<23/09/08>
I’TIKAF
I’tikaf yang disyariatkan ada dua macam: I’tikaf sunah dan wajib. I’tikaf sunah adalah i’tikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan redha Allah, seperti I’tikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. I’tikaf wajib adalah I’tikaf yang dikarenakan bernazar (janji) seperti, “Kalau Allah menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beri’tikaf.”
Syarat-syarat I’tikaf
1. Muslim
2. Berakal
3. Suci dari janabah (junub), haid dan nifas
Rukun – Rukun I’tikaf
1. Niat karena Allah Taala
Oleh karena i’tikaf di dalam masjid adalah merupakan ibadah, hendaklah dilakukan dengan niat beribadah karena Allah.
2. Beri’tikaf di dalam masjid
Hakikat i’tikaf ialah berdiam menetap di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika berdiam menetap itu tidak di dalam masjid dan tidak disertai dengan niat, bukan i’tikaf namanya.
<16/09/08>
HUKUM BERSETUBUH DI SIANG HARI-PUASA
Adapun hukumannya orang yang bersetubuh dengan sengaja di siang hari puasa diwajibkan baginya 2 perkara:
1. Mengadha (membayar) puasanya
2. Membayar kifarat, yaitu memerdekakan seorang sahaya yang beragama Islam, jika tidak kuasa (bisa) hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut, dan jika tidak kuasa juga, maka hendaklah bersedekah makanan kepada fakir miskin sejumlah 60 orang, tiap-tiap seorang satu mud.
<11/09/08>
ORANG YANG TIDAK DIWAJIBKAN BERPUASA
1. Orang bukan Islam. Kalau memeluk agama Islam, baru wajib berpuasa, tetapi tidak wajib qada atas puasa yang ditinggalkannya sebelum Islam
2. Orang murtad, setelah bertobat baru wajib berpuasa dan wajib qada puasa yang ditinggalkannya semasa murtad.
3. Orang sakit yang tidak tahan berpuasa, dibolehkan tidak berpuasa tetapi wajib qada selepas sembuh. Jika sakit yang tiada harapan sembuh, tidak wajib qada, tetapi wajib membayar fidyah atas puasa yang ditinggalkannya.
4. Orang yang lemah badannya, dibolehkan tidak berpuasa dan wajib qada setelah pulih. Jika keadaannya berterusan sepanjang tahun, tidak wajib qada tetapi wajib bayar fidyah. Jika keadaannya berterusan sepanjang tahun, tidak wajib qada tetapi wajib bayar fidyah.
5. Orang musafir bukan untuk maksiat, tetapi wajib qada setelah menetap di tempatnya.
6. Orang yang sangat tua, dibolehkan tidak berpuasa dan tidak wajib qada, tetapi wajib membayar fidyah atas puasa yang ditinggalkannya.
7. Perempuan yang sedang haid dan nifas, tidak wajib puasa tetapi wajib qada atas puasa yang ditinggalkannya
8. Perempuan yang hamil dan sedang menyusukan anak, dibolehkan tidak berpuasa, tetapi wajib qada sesudah tidak menyusukan atau tidak hamil. Jika sepanjang tahun masih dalam keadaan hamil atau menyusukan anak, tidak wajib qada, tetapi wajib fidyah atas puasa yang ditinggalkannya.
9. Orang yang menyelamatkan nyawa seperti orang lemas, terbakar, rumah runtuh dan seumpamanya, boleh tidak puasa, tetapi wajib qada atas puasa yang ditinggalkan itu dan membayar fidyah.
<05/09/08>
PERKARA YANG DIMAAFKAN KETIKA BERPUASA
1. Makan, minum atau memasukkan sesuatu ke dalam rongga karena terlupa.
Barangsiapa makan karena lupa atau menyangka belum fajar atau menyangka matahari telah terbenam, puasa tetap sempurna. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda yang bermaksud:
“Barangsiapa lupa padahal ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Bahwasanya Allah telah memberi makan kepadanya dan telah memberi minumnya.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya:
“Bahwasanya Allah tiada menyalahkan umatku karena mengerjakan sesuatu karena kesalahan (kesilapan) karena lupa dan karena dipaksa.”
Berdasarkan hadis ini, orang yang dipaksa berbuka atau orang yang dicurahkan air ke dalam halqumnya ketika tidur, puasanya tetap sah. Kesalahan itu dimaafkan karena ia dilakukan tidak sengaja dan bukan dengan niat bahkan dengan keadaan tidak rela.
2. Memasukkan satu benda ke dalam rongga dengan sebab tidak tahu perkara itu boleh membatalkan puasa.
3. Menelan air liur karena teringin kepada makanan.
Tiada dalil yang sahih yang melarang seseorang yang berpuasa itu untuk menelan air liurnya. Sebenarnya air liur adalah kelenjar bagi kerongkongan. Jika terus menerus dibuang, akan keringlah kerongkongan dan akan mendatangkan masalah dalam melaksanakan puasa.
4. Masuk debu atau tepung yang halus ke dalam rongga.
Menelan debu jalanan atau tepung yang halus atau lainnya dengan tidak sengaja dimaafkan karena perkara tersebut tidak dapat dielakkan.
5. Masuk lalat atau nyamuk ke dalalm rongga dengan sendirinya.
|